05/08/2022

BAB 9 – Keinginan Sang Ayah

Anna terdiam, menunggu Firman untuk buka suara. Alam pun duduk dengan tenang di samping Rachel.

“Kamu sudah makan?” tanya Firman pada sang menantu, dan Anna menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Pengobatanmu berjalan dengan baik?”

Anna mengangguk lagi. 10 tahun terakhir selama tinggal di Luar Negeri Anna tidak hanya sekolah. Namun dia juga menjalani pemulihan diri. Pengobatan kaki kirinya yang patah dan pengobatan trauma yang dia alami.

Anna terpaksa tinggal di LN, karena saat itu pemberitaan tentang keluarganya terus menjadi tranding topic. Sememtara Anna membutuhkan tempat yang tenang untuk kesembuhannya.

Selama tinggal di LN, Rachel dan Firman terus bolak balik kesana, sememtara semua urusan disini dipegang penuh oleh Alam. Kesibukannya mengurus 2 rumah sakit sekaligus membuatnya tidak memiliki waktu untuk mengunjungi Anna, yang sejatinya adalah istrinya. Meski hanya istri status.

“Sekarang kamu sudah kembali kesini, kenapa memutuskan untuk tinggal di apartemen?” tanya Firman, sebuah pertanyaan yang membuat Anna mencebik. Ternyata pertemuan ini untuk memarahi dia yang membeli apartemen.

Dan Alam yang juga mendengar pertanyaan itu mengulum senyum. 2 hari lalu Alam sudah mengatakan kepada Anna untuk sebaiknya mereka tinggal dalam satu rumah. Tapi Anna bersikukuh untuk membeli apartemen. Beralasan jika pernikahan mereka harus disembunyikan.

Anna tidak bisa menjawab pertanyaan Firman, hanya menunduk dan bingung.

“Pernikahan kalian memang harus disembunyikan untuk sementara waktu, tapi itu kan agar kamu bisa menjadi pemimpin tanpa embel-embel nama keluarga. Agar para direksi dan pemegang saham juga yakin pada kemampuan mu. Bukan harus disembunyikan karena tidak mendapatkan restu dari orang tua. Atau menjaga perasaan orang lain.” timpal Firman lagi dan makin menunduklah Anna dibuatnya.

“Tinggallah bersama Alam selama kalian menikah …”

“Kita semua tahu bagaimana awal mula pernikahan ini terjadi, agar Alam memiliki kuasa untuk mengelola rumah sakit Medistra …”

“Papa tahu pernikahan ini bukan keinginan kalian, saat itu kalian masih lah 2 orang asing, bahkan Anna masih sangat begitu …”

“Tapi papa sangat berharap pernikahan kalian akan menjadi pernikahan sekali seumur hidup. Papa sangat berharap kalian mulai bisa menerima satu sama lain. Bukan hanya sebagai keluarga, tapi menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya …”

Firman mengambil jeda, menarik nafas untuk kembali bersuara. Tiap kali dia bicara tidak akan ada yang berani menghentikan ucapannya.

Rachel sebagai istrinya pun hanya diam, menyerahkan semua waktu pada sang suami. Apapun keputusannya pun akan menjadi keputusannya pula.

“Tapi papa tidak akan pernah memaksa kehendak kalian. Jika pernikahan ini terasa begitu sulit, papa tidak akan mencegah jika kalian ingin berpisah …”

“Yang papa inginkan hanyalah kebahagiaan kalian berdua …”

Firman kembali diam, sejenak dia melihat anak laki-lakinya yang berwajah datar, lalu melihat Anna yang masih setia menundukkan kepalanya. Awal Alam dan Anna masuk tadi Firman sangat tahu jika hubungan mereka masih sangat dingin.

Tidak ada tanda-tanda keduanya saling membuka diri, masih sama-sama menciptakan dinding pembatas.

Bahkan setelah 10 tahun waktu berlalu.

“Papa mohon Al, sebelum Anna berhasil menduduki posisi mu. Tetaplah dampingi dia.”

Alam mengangguk.

“Dan Anna, tinggallah bersama Alam selama kamu menjadi istrinya.”

“Iya Pa.”

“Kalian boleh istirahat, hanya itu yang ingin papa sampaikan.”

Hening, meski sudah mendapatkan izin untuk pergi namun rasanya berat sekali bagi Anna dan Alam untuk beranjak dari sana.

Terlebih Alam, dia tahu Firman begitu berharap dengan rumah tangganya dengan Anna.

Diantara keheningan itu akhirnya Alam buka suara.

“Aku akan berusaha Pa, aku akan berusaha memulai semuanya dengan Anna.”

…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…

Baca Selengkapnya : Istri Simpanan dr. Alamsyah

Nama Author : Lunoxs via noveltoon.mobi

Leave a Reply

Your email address will not be published.