03/02/2023

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 4

Sesampainya dipanti asuhan Melisa langsung turun dari mobilnya, berjalan sedikit menuju bangunan berlantai dua yang memiliki pagar tinggi bercat hijau tua.

Terpampang sebuah papan nama yang bertuliskan “Panti asuhan Muara Kasih”

“Assalamu’alaikum” sapa Melisa saat memasuki pintu utama.

“Tumben sepi di depan” gumamnya lagi sambil mengedarkan pandangannya

Langkahnya kini menuju dapur, karna kini sudah masuk jam makan siang.

“Mba Siti ko sendiri? yang lain pada kemana?” tanya Melisa pada salah Satu ART di Panti Asuhan.

“Pada di belakang, Mel” jawabnya sambil terus mengelap piring yang baru selesai ia cuci.

“Ya udah, aku kesana”

Benar saja yang di bilang Mba siti, para penghuni Panti sedang berkumpul di taman belakang, ada yang bermain bola ada juga yang hanya bersantai di bawah rindangnya pohon.

“Loh, itukan kak Ilham” Matanya menangkap sosok pria tinggi berkaca mata sedang berada di tengah tengah kerumunan anak laki-laki..

**

“Assalamu alaikum, Umi” sapa Melisa pada wanita tua berhijab putih, Ialah pemilik Panti asuhan sekaligus ibu angkat Melisa.

“Waalaikum salam, Nak”

“Pantes sepi, taunya pada disini” Ucap Melisa setelah mencium takzim punggung tangan Umi.

“Iya, tadi pagi Ilham datang, anak anak langsung mengajaknya bermain” jawab Umi,namun matanya tak lepas menatap anak laki-lakinya itu yang selama ini bekerja di luar kota.

Setelah berbincang sedikit, Melisa pamit masuk kembali kedalam ingin menyiapkan makan siang untuk anak-anak, tangan cekatan nya kini sudah berada di atas wajan untuk menggoreng beberapa lauk pauk.

Anak-anak sudah berkumpul rapih di kursinya masing-masing dengan piring, sendok dan gelas di hadapannya..

Semua makan siang dengan teratur dan tertib sampai habis.

“Melisa,”

Reflek Ia menengok saat ada suara yang manggil namanya.

“Iya, Kak Ilham,” jawabnya, dan langsung bangun dari duduknya.

“Apa kabar?” tanya Ilham, ia menarik satu kursi untuk duduk dekat Melisa.

“Baik, kak. Kakak kapan pulang?”

“Tadi pagi, Mel kakak –_”

“Ilham,” panggil Umi tiba-tiba membuat keduanya tersentak kaget.

“Iya, Umi”

“Antar Umi ke bank, Ya” ucap Umi yang sudah rapih berganti pakaian.

“Iya, Umi” Jawab Ilham cepat.

“Nanti kita sambung lagi ngobrolnya ya, Mel” ujar Ilham pada Melisa yang hanya di balas anggukan dengan senyum hangat.

“Assalamu’alaikum, ” ucap keduanya berbarengan.

“Waalaikumsalam”

***

Sore menjelang, Matahari yang terik kini berganti senja dengan cahaya kuningnya di ujung langit.

Melisa terus melangkahkan kakinya di pinggir jalan menuju jalan raya kota, Entah berapa baru kerikil yang ia tendang sepanjang perjalanannya.

TIIIIIINNNN…

Suara klakson mobil menganggetkannya, ia segera menoleh ke arah mobil yang sudah tepat berada di sisinya itu.

Tak lama keluar sosok pria tinggi dengan kemeja biru dongker yang ia gulung sampai siku, kancing kemeja yang dibuka sedikit menambah kesan lain pada diri yang hampir sempurna itu.

Itukan suamiku. bathin Melisa.

“Ayo pulang!” ucap Reza yang sudah berdiri di hadapan Melisa.

“Iya,” jawabnya tanpa basa basi dan langsung masuk kedalam mobil.

“Aku boleh minta sesuatu?” tanya Melisa ragu,

“Minta apa?” jawab Reza santai sambil terus fokus pada jalanan di depannya.

“Aku mau pulang,” ucap nya pelan sambil menunduk.

Reza yang mendengar permintaan istrinya itu langsung menoleh,

“Pulang?, ada apa?” tanyanya bingung.

“Mau ambil barang-barang ku”

“Barang?, apa yang ada dirumahmu yang dirumah ku tak ada sampai harus meminta pulang?” tanyanya lagi.

“KTP dan ponsel” jawab Melisa, ia takut pria disisinya itu marah,

“Hahaha, KTP dan ponsel?” Reza justru tertawa mendengar kedua benda itu.

“KTP mu sedang di urus, kamu udah gak perlu KTP yang lama, lagipula bukankan statusmu kini berubah?” Reza bertanya sambil mengernyitkan dahinya.

“Ah, iya!” Melisa hanya tertawa garing saat menjawabnya, ia pun baru ingat hal itu.

Bodoh, kenapa aku lupa lagi kalau sudah menikah..

****

“Ayo turun” ajak Reza saat mobil berhenti di area parkiran sebuah Mall.

“Ko kesini?” tanya Melisa heran.

“Iya, ayo cepat”

Melisa hanya menurut, ia ikut turun dan berjalan di sisi suaminya, namun langkahnya terhenti saat Reza pun berhenti.

Reza mengulurkan tangan kanannya pada Melisa, Gadis itu hanya diam tak mengerti.

“Pegang tanganku, nanti kamu hilang gak bisa pulang” ucapnya, saat istrinya tak juga menyambut tangannya.

Melisa tersenyum, ia ulurkan tangan kirinya untuk menyentuh tangan suaminya.

“Aku gak gigit, Mel” Reza yang sudah gemas pada Melisa akhirnya mengenggam erat tangan mungil itu.

Pasti baru pertama kali gandengan, ini tangan sampe dingin gini. hahaha . Reza tertawa sendiri dalam hatinya.

Langkah keduanya masuk kedalam toko ponsel ternama, Reza disambut dengan antusias dan dilayani bak seorang raja.

“Pilih yang kamu mau” titah Reza pada istrinya.

Melisa hanya menggelengkan kepalanya.

“Kenapa?” tanya Reza heran.

“Aku udah punya” jawabnya polos.

“Gak apa-apa beli lagi, yang dirumahmu biarin aja” ucap Reza.

Melisa menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan, Ia hanya melihat lihat sekilas, tak ada yang menarik hatinya.

“Mau yang mana?” tanya Reza yang tahu istrinya belum juga menentukan pilihannya.

“Terserah, sama aja yang penting aku bisa telepon juga kirim pesan” jawab Melisa.

Reza tersenyum mendengar jawaban gadis disisinya itu, ia usap kepalanya lembut.

“Mba, saya mau yang ini” ucap Reza pada pelayan toko.

Melisa hanya diam sambil memperhatikan pelayan itu dan suaminya melakukan transaksi.

Fikiran nya melayang pada ponsel dirumahnya.

“Mau makan?” tanya Reza saat ke luar dari toko ponsel

“Aku mau pulang aja”

Reza kini tak lagi Menggenggam tangan Melisa tapi ia merangkul bahunya sampai menempel pada dada bidangnya.

Melisa yang merasa tak nyaman mencoba terus menghindar, namun usahanya selalu gagal karna Reza merangkulnya dengan erat

“Aku cuma mau orang-orang tau kalau aku udah ada yang punya” bisik Reza,

Melisa menatap suaminya yang sedang tersenyum menggoda.

“Lalu apa urusannya denganku?” tanya Melisa.

“Karna aku milikmu” jawab Reza santai sambil terus berjalan menuju parkiran..

sepanjang perjalanan pulang Melisa hanya diam menatap jalanan kota yang sudah gelap, lalu lalang kendaraan dan terangnya lampu jalanan menjadi hiburan hatinya yang entah bagaimana rasanya.

***

Reza yang kini duduk di atas karpet tengah sibuk dengan laptop di pangkuannya, sedang Melisa hanya berguling-guling di atas kasur dengan ponsel barunya.

keduanya sibuk masing-masing karna tak ada siapapun dirumah.

Reza yang sudah selesai dengan pekerjaanya akhirnya datang menghampiri istrinya.

“Udah?” tanya Melisa, ia bersiap untuk turun dari tempat tidur.

“Mau kemana?” Reza sudah menahan tangan Melisa.

“Tidur,” jawabnya polos.

“Tidur disini, nanti aku yang tidur di sofa”

“Jangan, aku aja yang di sofa biar… kamu-_”

Melisa tak meneruskan ucapannya, ia merasa canggung saat berbicara dengan suaminya.

“Sebut aku senyamannya kamu aja”

“Hmm, apa ya?” Melisa tampak sedang berfikir, raut wajahnya membuat Reza terkekeh karna gemas.

“Ayo mau panggil aku apa?”

“Maunya apa?” Melisa justru balik bertanya.

“Terserah kamu” ucap Reza dengan bantal yang kini sudah berada di atas pahanya.

“Aa, akang, abang, atau… suamiku?” Melisa tertawa saat mengucapkan kata terakhir.

“Terus aku panggil kamu istriku?” jawab Reza, ia pun ikut tertawa.

“Enggak ah,” sergah Melisa Sambil menggelengkan kepalanya..

“baby, honey sweety?” Reza memberi pilihan.

Lagi-lagi Melisa menggeleng,

“Sekalian aja Sayang?” jawab Melisa.

“Emang udah sayang? ” tanya Reza langsung.

Melisa yang mendengar langsung diam dan Reza hanya tersenyum saat melihat wajah istrinya yang mulai memerah menahan malu.

“Panggil Mas aja deh biar simpel” ucap Reza kemudian, Melisa hanya mengangguk pelan.

“Ya udah sekarang Tidur ya, udah malem”

Reza mengusap lengan istrinya kemudian membawa satu bantal menuju sofa.

Melisa menarik selimut untuk menyembunyikan tubuhnya sampai ke kepala. kini ia sedang merasakan detak jatung yang berdetak kencang, ada senyum terukir di wajah cantiknya sebelum ia terlelap ka alam mimpi.

Begitupun dengan pria yang kini berbaring di sofa, ia tak henti-hentinya tersenyum jika mengingat tingkah istrinya yang baru ia nikahi dua hari lalu itu..

***

Waktu kini sudah lewat tengah malam, dan Reza belum bisa menutup matanya untuk tidur, dengan langkah pelan ia berjalan menuju tempat tidur, menaiki kasur dengan menyibakkan sedikit selimut untuk ikut masuk kedalamnya..

Kamu tuh lucu banget, papa nemu kamu dimana ya? gumam Reza lalu menarik tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya.

Kan gini enak.. haha!!! Satu kecupan mendarat di kening Melisa.

Jangan dulu jatuh cinta ya…

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *