28/06/2022

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 11 – Dekapan Candu

“Kakak, ke kamarku ya!” pinta Ameera pada Melisa saat makan malam selesai.

Reza langsung memicingkan matanya pada adiknya itu.

“Mau ngapain?” tanya Reza.

“Bantuin aku bikin PR”

“Bikin sendiri!”

“Gak mau, aku mau sama kak, Mel!” rengek Ameera pada mamanya.

“Iya, nanti kakak bantuin, ya!”

Kali ini mata Reza berbalik pada istrinya, Melisa hanya tersenyum manis untuk meluluhkan hati suaminya itu.

“Sebentar aja, ko!” ucap Melisa pelan.

“Jangan lama-lama, ya!”

Angguk Melisa sembari tersenyum.

****

Reza memilih ikut dengan papa ke ruang kerjanya, membicarakan proyek besar yang sedang perusahaannya jalani. Sesibuk apapun ia akhir-akhir ini tapi Reza selalu menyempatkan untuk pulang sebelum jam makan malam di rumah, ia tak ingin istrinya menunggu lagi sampai terlelap.

“Pah, aku akan pindah ke apartemen” ucap Reza membuyarkan fokus papa yang sedang sibuk membaca beberapa berkas diatas mejanya.

“Apartemen?” tanya papa sambil membuka kaca matanya.

“Iya, Pah.. aku mau mandiri”

Papa menghela nafasnya, satu sisi ia tak ingin melepas anak menantunya namun di sisi lain, itu sudah kewajiban Reza sebagai kepala rumah tangga.

“Bagaimana, Pah?” tanya Reza meminta pendapat

“Jika kamu bertanya bagaimana, tentu papa ingin kalian tetap disini, namun papa tak lagi berhak melarangmu” jawab papa dengan suara beratnya..

“Pah,” ucap Reza lirih..

“Papa percaya padamu, kamu bisa melakukan yang terbaik” Papa menepuk bahu anaknya dengan bangga.

*****

Di kamar luas milik Reza, pasangan suami istri itu sedang duduk berdampingan bersandar di punggung tempat tidur. Masih mengobrol hal-hal kecil yang kadang mengundang gelak tawa.

“Ra,”

“Hem, apa Mas?”

“Besok kita pindah ya?” ucap Reza meraih tangan kanan istrinya.

“Kemana?” tanya Melisa.

“Ke apartemen ku” Jawab Reza, kini kedua mata mereka saling menatap dalam diam.

“Bagaimana?” tanya Reza serius.

“Memang disini kenapa?”

“Disini kamu terlalu dikuasai Ameera, dan aku cuma dapet sisanya”

Reza mendecak kesal setiap malam karena istrinya selalu digiring lebih dulu oleh adiknya

“Haha, Ameera adikmu, Mas”

“Tapi kamu istriku, aku gak mau jauh-jauh”

Melisa tergelak dengan ucapan suaminya itu, ia mengusap wajah Reza, dan berkata..

“Aku akan ikut kemanapun suamiku pergi” balas Melisa yakin.

“Terimakasih, Ra” Reza mengecup kening istrinya lembut, ia sangat bahagia menemukan pendamping hidup yang tak banyak menuntut.

“Kita tidur, yuk, mas” ajak Melisa yang sudah mengurai pelukannya.

“Iya, Ra..udah malem”

Malam ini mereka lewati seperti malam-malam sebelumnya, hanya tidur saling memeluk menghangatkan tubuh masing-masing dalam dekapan pasangannya.

Aku nyaman denganmu,.Mas…

****

Pagi ini Reza yang tak berniat masuk kantor hanya bergeliat malas di tempat tidur walau berkali-kali istrinya memohon agar dilepaskan, Melisa yang tak biasa bangun siang mendengus kesal karna bosan diam dalam pelukan suaminya.

“Mas, udah yuk bangun” rengek Melisa lagi

“Sebentar lagi,”

“Dari tadi sebentar sebentar terus ini udah jam berapa?”

“Diem!!”

“Aku udah diem dari pagi, aku bosen ih” gerutu Melisa kesal.

“Terus mau ngapain?” tanya Reza.

Kini tangannya sudah mulai menyusuri leher putih istrinya, dengan senyum menggoda Reza terus meringsek semakin mendekat..

“Jangan, Mas..nanti keliatan malu!” Melisa memohon pada suaminya agar tak menghukumnya di tempat yang mudah terlihat.

“Disini aja deh” tunjuk Reza pada salah satu puncak gunung.

Melisa yang mengerti langsung menyilangkan kedua tangannya menutupi area sensitifnya, sikap Melisa mengundang gelak tawa Reza.

“Cium dulu sini,” pinta Reza sebelum Melisa bangun, hal rutin yang wajib istrinya lakukan.

CUP..

“Udah ya, aku mau mandi, kan kata mas Reza mau ajak aku belanja” kekeh Melisa.

Reza menepuk keningnya sendiri, dan tergelak.

“Maaf, Ra. Aku lupa,” ucap Reza.

______________________

“Kamu gak kantor lagi?,” Tanya mama yang ikut menemani makan.

“Gak, Mah. mau liat apartemen sekalian belanja buat disana” jawab Reza sambil mengunyah nasi dengan opor ayam kesukaannya.

“Kenapa harus pindah, sih?” tanya mama dengan raut muka sedih tak rela.

“Maaaah,”

“Baru juga mama ada temen, Za”

“Kan mama bisa kesana, istriku juga bakal kesini buat nemenin mama” jawab Reza.

“Ya, udah dari pada bolak balik ya mending disini,” ucap Melisa dengan polosnya.

“Ra!!”

“Hehe, iya maaf,” Melisa langsung menunduk dengan menggigit bibir bawahnya, ia tahu kali ini ia salah bicara.

****

Reza menghentikan mobilnya di lobby parkiran sebuah gedung tinggi pencakar langit, Melisa semakin tertegun saat tangannya digandeng masuk ke dalamnya, keduanya berjalan menuju lift dan Reza menekan angka 28.

“Ini apartemen milik Mas?” tanya Melisa.

“Iya, Ra”

Haha, bisa tiap hari naik lift..

“Kenapa senyum senyum?” Reza yang bingung melihat ekspresi istrinya dari pantulan lift.

“Enggak, aku gak kenapa-kenapa” jawab Melisa tergagap.

TRIIING

Pintu lift terbuka, keduanya kini berjalan menyusuri lorong menuju tempat Reza, ia segera menempelkan cardlock agar pintu segera terbuka.

“Wah, bagus banget, Mas” ucap Melisa saat langkah kakinya masuk kedalam.

“Suka?” tanya Reza setelah menutup pintu dan ikut masuk.

Melisa menganggukkan kepalanya senang.

“Tapi ini gak pernah diisi, aku cuma sesekali datang buat cek aja.” ujar Reza membuka pintu kaca balkon.

“Kenapa?”

“Gak apa-apa,” jawab Reza dengan senyum getir.

“Coba kamu cek apa aja yang gak ada terutama di dapur, habis ini kita belanja” titah Reza.

“Siap bos!!”

Reza tertawa dengan jawaban istrinya, ia langsung menangkup wajahnya menciuminya berkali-kali..

“Merah banget!” ucap Reza.

Melisa langsung memukul dada suaminya kemudian berlalu ke arah dapur. Reza memperhatikan istrinya yang sibuk di dapur, membuka semua kitchen set yang berada di atas meja kompor, membuka lemari pendingin dan menghitung jumlah perabotan yang ada, ia sesekali berbicara sendiri dan terkadang tersenyum bahkan ia terkejut saat melihat benda yang baru ia temukan.

Reza menikmati semua itu sampai ia tak tahan dan akhirnya datang menghampiri, Reza memeluk istrinya dari belakang menghirup aroma tubuh langsing itu yang entah kenapa kini menjadi candu untuknya, Reza tahu istrinya tak memakai parfum apapun ia memakai sabun yang sama dengannya tapi bau harumnya sangat berbeda darinya.

“Ada apa?” tanya Melisa yang kaget dengan pelukan Reza yang tiba tiba.

“Aku ingin melihat ini setiap pagi,” bisik Reza sambil memainkan daun telinga Melisa dengan hidung mancungnya.

“Iya, aku akan mengurusmu dengan kedua tanganku, Mas”

“Mengurus apa?” goda Reza.

“Mengurus kebutuhanmu, Mas. dari bangun tidur sampai mau tidur” jawab Melisa.

“Kalau belum mau tidur gimana?” godanya lagi, ia kini ia tak tahan menahan senyumnya.

“Ya aku temenin sampai tidur”

“Caranya?” tanya Reza semakin senang menggoda.

“Ya kan bisa ngobrol, atau kita masak di sini malam malam, haha. kata orang perut kenyang bisa bikin ngantuk”

“Kalau aku gak bisa tidur kita masaknya di kamar aja” ujar Reza yang membuat Melisa bingung.

“Ko masak dikamar?”

“Iya, kan aku cuma butuh dua susu dan satu kue” bisiknya, namun bisikan Reza seakan lain bagi Melisa, ada deru nafas berat saat suaminya mengatakan itu…

##########

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.