16/05/2022

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 10 – Khumairah

Berkali-kali Reza membaca pesan dari istrinya itu, ia usap layar ponselnya yang nampak foto Melisa disana.

“Gak tahan pengen godain kamu.” gumam Reza.

Text [Iya, aku tunggu].

Ia terkekeh, lalu membuka jasnya dan melonggarkan dasinya, kini hatinya sedang bahagia meski hanya mendapat sebait pesan..

Lama ia menunggu namun tetap saja tak ada balasan dari istrinya, membuat ia gusar dan menutup laptopnya…

Reza kembali duduk disofa bermain ponsel pintarnya sambil sesekali mengecek room chat miliknya…

“Apa udah jalan kali ya?” Reza mencoba menghubungi pak Agus untuk memastikan posisi istrinya saat ini, ia merasa tak tenang semenjak tahu Melisa akan datang menemuinya..

Tok tok tok..

Reza yang mendengar ketukan pintu langsung datang menghampiri dan membukanya…

“DAAARRRR” goda Ardi, ia tertawa saat melihat raut wajah terkejut sahabatnya itu..

“Ngapain, Lo?” tanya Reza kesal.

“Dih, jahat amat!” Ardi langsung melengos dan berbaring di sofa, ia tak perduli dengan muka masam Reza..

“Gue lagi nunggu seseorang, mending Lo pulang deh,” titah Reza memukul kaki Ardi dengan jasnya..

“Ketemu siapa?” tanya Ardi.

“Bukan urusan Lo,”

“Gini nih, habis manis sepah dibuang, patah hati nyariin gue, bagian jatuh cinta ngusir gue” keluh Ardi kesal.

“Bodo amat!!” Teriak Reza tak kalah kesal

Tok tok tok..

Suara ketukan kini terdengar lagi namun lebih lembut dari sebelumnya,

Pasti Melisa.. gumamnya.. Reza merapihkan rambutnya dulu sebelum membuka pintu, sedang Ardi yang melihatnya tertawa terbahak-bahak..

Ceklek..

“Siang, Pak” sapa Viana.

Ardi semakin tertawa saat melihat siapa yang datang, jelas ini kedua kalinya Reza merasa kecewa..

“Ada apa?” tanya Reza yang mulai emosi.

Client dari luar kota akan datang pukul tiga nanti,” ucap Viana, ia pun seperti bingung dengan apa yang di tertawakan Ardi.

“Iya,” jawab Reza singkat kemudian menutup pintunya dengan keras membuat sekretaris cantiknya kaget..

“Bisa diem gak Lo?” ucap Reza kesal, ia mendatangi sahabatnya itu dan mulai menindih Ardi dengan duduk diatas pahanya dengan menyekap mulut sahabatnya itu dengan jas.

“Mas Reza lagi ngapain?” suara wanita yang jelas Reza kenal sedang berdiri di dekat pintu, dengan sorot mata tak lepas dari posisi Reza dan Ardi yang seperti ah sudahlah wkwkwkwk….

“Mel,!!” Reza menghampiri istrinya dengan nafas masih terengah-engah, ia rapihkan bajunya yang sedikit berantakan..

“Mas Reza ngapain sama cowok?” tanya Melisa, ia masih menatap Ardi yang sudah duduk di sofa..

“Aku gak ngapa-ngapain” jawab Reza panik.

“Aku ganggu, ya?”

“Enggak kok, aku malah lagi nunggu kamu”

Melisa mengangguk lalu memberikan kotak makan untuk suaminya,

“Aku pulang aja deh,” ucap Melisa tak enak hati.

“Eeh, jangan!!” cegah Reza saat Melisa sudah ingin membalikan tubuhnya..

“Aku gak mau ganggu, Mas”

“Dia yang ganggu” mata Reza kini memicing ke arah Ardi yang sedang menahan tawanya..

“Udah yuk, masuk!” ajak Reza menuju sofa..

“Gak mau ngenalin ke gue, Za?” goda Ardi.

“Enggak!!!”

Melisa tersenyum ke arah Ardi, namun tak lama ia langsung menundukan wajahnya..

“Jangan lama-lama liat bini orang!” Reza langsung menarik istrinya ke belakang tubuhnya.

“Pulang sana,” usir Reza..

“Kenalan dulu dong,” ucap Ardi mengedipkan satu matanya..

“Namanya Melisa Rahardian Wijaya”

“Gue gak nanya sama Lo” jawab Ardi, ia melongok kan kepalanya ke sisi tubuh Reza..

“Gak usah macem-macem, kampret” sungut Reza semakin kesal.

“Haha, ok gue balik dulu” Ardi pasrah, ia akhirnya memilih berhenti menggoda lalu pulang,

Namun sebelum pulang ia membisikkan sesuatu ke telinga Reza..

“Cantik, pantes lo gak nolak” bisiknya..

Reza hanya diam, namun ia tersenyum kearah sahabatnya yang telah melenggang pergi.

***

“Tadi siapa?” tanya Melisa masih penasaran.

“Temen,” jawab Reza singkat.

“Mau makan dulu?”

“Boleh,” Melisa langsung menyiapkan bekal makan siang yang ia bawa tadi dari rumah, menyajikannya ke atas piring dan siap untuk disantap..

Reza berhenti mengunyah, dan menatap istrinya..

“Kamu yang masak?” tanya Reza.

Melisa mengangguk walau ragu, ia takut suaminya tak menyukai masakannya

“Maaf, Mas.. gak enak ya?” tanya Melisa takut.

“Enak banget, aku kira kamu gak bisa masak” jawabnya dengan mulut penuh makanan.

“Aku bisa ko’ bikin kue juga bisa!”

“Serius?” Reza sedikit terkejut..

Melisa mengangguk dan tersenyum,

“Nanti aku buatkan kue buat mas Reza”

“Terimakasih, ya” keduanya menghabiskan makanannya dengan lahap, Reza sangat puas dengan masakan istrinya yang bisa memanjakan lidah dan perutnya.. Setelah Melisa membereskan sisa makanan dan piring kotor, ia kembali duduk di sofa bersama Reza.

“Mas Reza sibuk, aku pulang aja ya?”

“Aku ada tamu nanti jam tiga, masih ada waktu buat sama kamu” Reza menolak halus permintaan istrinya..

“Kamu dapet dari mana no ponselku?” tanya Reza penasaran..

“Dari mama,”

“Kenapa gak bales chat aku tadi?” tanya Reza.

“Iya kah?, aku gak tau!” jawab Melisa kaget

“Coba kamu cek” titah Reza.

Melisa merogoh tas kecilnya, kemudian ia mengambil ponselnya. Melisa tersenyum dengan mengulum bibirnya malu, ia baru membaca chat dan ada beberapa panggilan tak terjawab juga dari suaminya..

“Maaf, aku gak tau” ucap Melisa

“Berikan ponselmu” kini tangan Reza sudah terulur kearah istrinya.

Melisa langsung memberikannya tanpa ragu. Reza mengecek semua isi chat yang berada di room chat milik istrinya.. Tak ada yang mencurigakan disana, hanya beberapa chat dari para pengasuh panti asuhan. Namun matanya langsung tertuju pada satu nama yang membuatnya penasaran.

“Hubby?” tanya Reza pada istrinya..

Melisa langsung ingin merebut ponselnya dari tangan Reza namun suaminya itu mampu menghindari dan menyembunyikannya di balik tubuhnya..

“Siapa Hubby?” tanyanya lagi..

“Itu nomer mas Reza,” jawab Melisa malu.

Reza memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan senyum bahagianya, jantungnya seakan ingin loncat saat ini juga..

“Biar aku hapus kalau mas Reza gak suka”

“Jangan, aku suka ko gak apa-apa” jawab Reza menolak.

“Mas Reza pasti save nomer aku dengan nama aneh ya?” Melisa menatap suaminya itu dengan sorot mata tajam..

“Haha, curigaan banget kamu?” jawab Reza dengan gelak tawanya..

“Nih, bisa kamu cek” Reza memberikan ponselnya pada Melisa tentu istrinya itu menerimanya dengan senang hati…

“Loh, ko?” Melisa kaget saat membuka kunci ponsel Reza, ada fotonya disana yang dijadikan wallpaper..

“Eh, tapi gak di kunci sih, Mas?” tanya Melisa saat mengusap saja di layar ponsel suaminya.

“Ribet,” jawabnya. Reza masih sibuk mengecek semua akun sosmed milik istrinya namun hasilnya ternyata Melisa tak memakai aplikasi apapun kecuali room chat..

Ia pun sibuk berfoto selfi agar galeri istrinya penuh dengan wajahnya…

“Banyak banget chat ya.” gumam Melisa.

“Namaku Mana sih?” Melisa yang heboh sendiri tak memperdulikan suaminya yang banyak mengambil foto mereka berdua.

“Mas,” panggil Melisa.

“Apa?”

“Namaku mana?”

“Kamu ketik aja nomer kamu nanti juga muncul” jawab Reza..

Melisa langsung memencet beberapa angka dilayar ponsel milik suaminya..

“KHUMAIRAH” gumam Melisa tak percaya.

Reza tersenyum dan menganggukkan kepalanya..

“Kamu KHUMAIRAH ku, Mel.. gadis cantik yang mempunyai pipi kemerah-merahan, aku suka dengan rasa malumu dan aku harap sikapmu itu hanya kamu tunjukkan padaku, hanya aku suamimu.” jelas Reza.

Melisa mulai berkaca-kaca mendengar perkataan suaminya, jangan tanyakan wajahnya saat ini karena sudah tentu kedua pipinya sudah seperti buah strawberry..

“Aku malu, mau ngumpet” ucapnya..

“Haha, bilang aja pengen peluk” goda Reza dan langsung meraih tubuh istrinya masuk kedalam dekapannya, menyembunyikan wajah malu Melisa di dada bidangnya..

Sungguh sempurna ciptaan Tuhan yang diberikan untuk ku kali ini…

##########

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.