16/05/2022

BAB 12 – Kamu Menggodaku?

Anna naik ke atas ranjang dengan bibirnya yang mengerucut. Menarik selimut dengan kasar dan ikut masuk di dalamnya.

Tidak ada guling disini membuat Anna semakin merasa kesal.

Anna mencoba memejamkan mata, namun ucapan Luna dan Bella terus terngiang dibenaknya. Tentang Alam yang diam-diam mencium lehernya disaat dia tidak sadar.

Lalu bagaimana dengan malam ini?

Bagaimana jika dia kembali mencium ku saat aku tidur?

Tunggu, jangan mesyum Anna, belum tentu Alam mencium mu kan? itu hanya dugaan Luna dan Bella.

Ya, tapi bukankah aku harus memastikannya? Alam tadi tidak menjawab pertanyaanku kan? Aku harus tanya lagi kan?

Anna terus membatin, bergelut dengan pikirannya sendiri. Sampai akhirnya dia mengambil keputusan untuk buka suara dan memperjelas semua. Dia tidak ingin membuka seperti Bella dan Luna, dia butuh kepastian.

“Al, kamu sudah tidur?” tanya Anna, meski ragu namun dia mencoba yakin. Tidak ingin membuat suaranya terdengar bergetar.

“Aku tidak akan bisa tidur jika kamu terus menganggu ku.”

“Kalau begitu jawab dengan tegas, kamu mencium leher ku atau tidak?”

“Apa leher mu sangat menggoda sampai aku menciumnya?”

“Jawab saja, mencium leher ku atau tidak?”

“Memang kalau aku mencium leher mu kenapa?”

“Aku akan mematahkan lehermu.”

Alam mengulum senyum diantara kedua matanya yang terpejam, sekarang dia tidur dengan memunggungi Anna, lalu berbalik dan menatap istrinya yang sudah menyambut dengan tatapan tajam.

“Apa kamu menggodaku?” tanya Alam dengan tatapan yang entah, tatapan dingin namun terlihat menggoda, sedikit meremehkan Anna dan entahlah, Anna tidak bisa mengartikan tatapan itu.

Yang jelas tatapan Alam saat ini sangat menyebalkan.

“Percaya diri sekali, siapa yang menggoda mu!” jawab Anna ketus.

“Kamu selalu mengungkit tentang mencium leher, seperti mengisyaratkan aku harus mencium leher mu.”

Mulut Anna menganga, sungguh tidak menyangka Alam akan mengatakan kata-kata senonoh itu.

Apa katanya? Aku menggoda dia, hih amit-amit.

Saking kesalnya, Anna langsung memutar tubuh dan tidur memunggungi Alam dengan kasar.

Dan melihat tingkah istrinya itu lagi-lagi Alam mengulum senyum. Dia terus memperhatikan punggung Anna, sampai akhirnya terlelap juga.

Pagi datang.

Alam bangun terlebih dulu, sementara Anna masih tertidur pulas dan mimpi indah.

Jam setengah 7 pagi Alam sudah rapi dan segera keluar dari dalam kamar. Meninggalkan Anna yang masih meringkuk dibawah selimut.

Turun sendirian tentu membuat Rachel bertanya-tanya, dimana menantu kesayangannya?

“Dimana Anna?” tanya Rachel saat Alam mulai duduk di kursi meja makan. Disana sudah ada Firman dan Luna, sementara Bella masih berada di dalam kamar. Tapi tadi sudah datang kemari untuk minum susu.

“Anna belum bangun Ma.”

“Kenapa tidak kamu bangunkan?”

“Biarkan saja, lagipula dia masuk siang.”

“Kamu sudah pamit?”

“Kan Anna belum bangun Ma.”

“Ya pokoknya pamit, sudah belum?”

Alam membuang nafasnya pelan, sangat paham apa keinginan ibunya itu. Lantas tanpa menjawab lagi Alam segera bangkit dan kembali pergi ke lantai 2 menuju kamarnya.

Menghampiri ranjang dan duduk di tepian di dekat Anna. Alam sedikit menunduk dan mencium kepala istrinya yang sedikit menyembul dari balik selimut.

“Aku pergi,” pamit Alam.

Tidak peduli Anna mendengarnya atau tidak tapi Alam tetap mengucapkan kalimat itu.

Rachel benar, lagipula semalam dia sudah mengatakan untuk memulai semuanya dari awal. Harusnya tanpa diminta dia sudah melakukan ini.

Anna yang sedang tidur tidak bisa menjawab dengan kata-kata, hanya dengkuran halus yang Anna berikan.

…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…

Baca Selengkapnya : Istri Simpanan dr. Alamsyah

Nama Author : Lunoxs via noveltoon.mobi

Leave a Reply

Your email address will not be published.