16/05/2022

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 7 – Move On

Setelah kunjungan ke panti asuhan dan makan di pusat jajanan akhirnya keduanya memilih untuk pulang, Reza yang seharian ini berada di luar rumah sudah merasakan tubuhnya yang lengket..

“Aku mau mandi,” ucap Reza, yang langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

“Iya aku siapin bajunya,” Melisa dengan cekatan menyiapkan segala kebutuhan suaminya, piyama tidur beserta ********** sudah tersusun rapih di atas ranjang tempat tidurnya..

“Mel, baju” teriak Reza dari dalam kamar mandi..

Dengan langkah gontai Melisa membawa baju untuk diberikan pada suaminya itu..

Lain kali tuh dibawa biar gak teriak-teriak, bathin Melisa yang mendengus kesal..

****

Melisa yang juga sudah membersihkan tubuhnya hanya berguling di tempat tidur bermain ponsel sedangkan Reza sedari tadi di lantai bawah berada di ruang kerja bersama papanya..

Lama ia berselancar di dunia maya sampai tak terasa matanya mulai mengantuk dan terlelap dengan ponsel masih ditangannya..

CEKLEK..

Reza yang sudah menyelesaikan urusannya dengan papa, langsung kembali ke kamar dilihatnya sang istri yang sudah terbuai di alam mimpi tanpa memakai selimut, terlihat baju piyama yang dikenakannya sedikit tersingkap memperlihatkan sedikit bagian pahanya yang putih mulus,

Reza meletakan tangannya di pinggang dengan kepala menggeleng..

“Halal sih halal tapi gue belom siap” decak Reza sambil menyelimuti tubuh mulus istrinya.

Ia kecup keningnya dengan lembut sembari mengusap pucuk kepala Melisa, ada rasa nyaman dihati Reza saat bersama gadis yang dinikahi secara mendadak itu..

Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, hawa dingin karna gemericik gerimis di luar membuat siapapun hanya ingin bersembunyi dibalik selimut, begitu pun dengan pria yang kini sudah menarik tubuh istrinya masuk kedalam dekapannya..

“Diem ya, jangan teriak” kekeh Reza sebelum ia memejamkan matanya..

Akhirnya Keduanyapun terlelap dibalik selimut yang sama saling berpelukan.

*****

“Eugh,” Melisa mengerjapkan matanya, ia mengumpulkan sisa-sisa kesadarannya dari buaian mimpi semalam, terasa berat di bagian perutnya hingga sulit untukknya bergerak..

“Loh, ko ku tidur sama mas Reza,!”

Melisa yang bingung hanya berusaha melepaskan pelukan suaminya, mengangkat perlahan tangan Reza dari atas perutnya..

“Berat banget, sih” gerutu Melisa..

Reza yang terusik dengan usaha istrinya itu justru semakin mengeratkan pelukannya..

“Mas, ” ucap Melisa pelan, tak ada jalan lain selain membangun suaminya sebentar..

“Hmm” jawab Reza dengan deheman kecil tanpa membuka matanya..

“Aku mau bangun, bisa angkat tangan mas Reza sebentar?”

Reza membuka matanya, dilihatnya wajah sang istri yang sedikit berantakan namun terkesan lebih cantik dari biasanya..

“Masih pagi,” ujarnya kembali menutup matanya..

“Mas Reza gak kerja lagi?” tanya Melisa.

“Masih ngantuk, Mel”

Melisa yang pasrah akhirnya diam, ia merasakan degup jantung suaminya yang lebih normal darinya..

“Kamu diem, nanti ada yang bangun, aku lagi usaha buat dia anteng kamunya jangan usik”

Melisa hanya melongo dengan bisikan suaminya, ia sedikit tak paham dengan apa yang dikatakan Reza barusan..

Bangun?

Apa yang bangun.. bukannya dari tadi udah bangun? lalu buat apa menahannku seperti ini.. ya tuhan,,, aku bisa mati muda menikah dengannya karena serangan jantung…

****

Reza menggeliat saat sinar matahari benar-benar sudah menerangi kamarnya lewat ventilasi jendela.. Ia menikmati wajah istrinya yang kembali tertidur dengan nyenyak..

Reza menggeser tubuhnya pelan agar tak membangunkan Melisa, ia beranjak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi…

Suara air keran ternyata mengusik telinga Melisa, ia terlonjak kaget saat melihat jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi.

“Ya ampun aku kesiangan,”

Lagi-lagi mata polosnya harus kembali menikmati dada polos milik suaminya, sisa kebasahan sehabis mandi yang mengucur dari rambut basahnya membuat Reza terlihat semakin tampan..

“Jangan lama-lama liatnya, nanti jatuh cinta” goda Reza saat melihat istrinya menatapnya dari tempat tidur..

Melisa memicingkan matanya, lalu berlari ke kamar mandi dengan cepat, sikapnya membuat Reza tertawa tertawa terbahak-bahak..

Ia berjongkok di kamar mandi sambil meremat baju bagian dadanya.

Kenapa selalu begini sih rasanya..

Reza yang sudah rapih dengan pakaiannya hanya tinggal menunggu istrinya memakai dasi untuknya, sekeluar Melisa ia langsung memberikan benda itu..

“Pakaikan,” titah Reza, Melisa yang awalnya bingung akhirnya menurut..

“Mas Reza ketinggian,” ucap Melisa sambil melingkarkan dasi di leher suaminya.

“Kamunya yang pendek,” jawab Reza terkekeh,

“Enak aja,”..

“Aw,,” jerit Reza saat dasinya terlalu keras ditarik..

“Wah kamu mau bunuh aku, ya?” Reza mencondongkan tubuhnya, wajahnya kini tepat berada di hadapan Melisa hanya hidung mancungnya yang menjadi penghalang..

Melisa menggeleng dan berusaha menghindar namun usahanya gagal saat pinggang rampingnya sudah ditarik paksa oleh suaminya…

“Aku akan hukum kamu!!” Bisiknya pelan namun membuat Melisa ketakutan..

“Maaf, mas..aku minta maaf” ucap Melisa lirih..

Reza semakin mengeratkan pinggang Melisa, ia susupkan kepalanya di sela leher istrinya, terdengar rintihan lembut dari bibir gadis yang dibuatkan tanda merah darinya..

“Itu hukuman untukmu” ucap Reza dengan senyum menggoda..

Terlihat nafas Melisa yang memburu, ia shock dengan perlakuan suaminya..

Tak tega melihat istrinya yang sudah berkaca-kaca Reza pun langsung memeluknya..

“Maaf,” bisiknya dengan nada penyesalan..

Melisa membalas pelukan suaminya dan menganggukkan kepalanya tanda ia memaafkan..

Reza mengurai pelukannya dan menangkup wajah istrinya yang sudah hampir meneteskan air matanya..

“Sini balik hukum aku,” ucapnya sambil menunjuk sisi kiri leher nya..

“Enggak!!!” jawab Melisa cepat..

“Haha, ya udah ini aja deh” kini telunjuknya sudah berada di pipi kanannya..

Melisa menggelengkan kepalanya lagi, ia menunduk menahan malu..

“Mau aku hukum lagi? masih banyak tuh yang kosong” Reza meraba leher istrinya dengan lembut..

“Hadiah sama hukuman sama aja” protes Melisa kesal..

“Iya sama sama enak, Kan?” ledek Reza..

****

“Selamat siang, Pak” sapa Viana, sekertaris cantik Reza..

“Siang, Vi..”

“Pak, ada tamu di dalam” ucap Viana memberitahukan pada bosnya..

Reza mengernyitkan dahinya kemudian memilih langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa bertanya lagi..

“Wiiih, bos dateng siang banget” sapa Ardi yang duduk di sofa..

“Gue kira siapa!!” dengus Reza, langsung membuka jasnya..

“Gue mau minta konfirmasi dari seorang Reza Rahadian Wijaya” ucap Ardi penuh penekanan..

“Mau apa Lo?” Reza tak menggubris omongan sahabatnya itu, ia memilih membuka satu demi satu berkas di atas meja kerjanya…

“Cewek gue liat Lo semalem sama cewe rambutnya panjang” tanya Ardi penuh rasa penasaran…

“Wiiiiiiihhh,, cewe Lo keren banget” jawab Reza sambil bertepuk tangan…

“Maksud Lo?”

“Iya bisa liat kuntilanak, hahahaha” Reza tertawa kemudian melempar tutup ballpoint kearah Ardi.

“Gue serius, dua tahun ini gue tau Lo gak pernah deket sama cewe manapun!!” tatapan Ardi tajam melihat kearah Reza…

“Hahaha, sok tau Lo!!”

“Gue seneng kalo Lo udah mau move on, gue harap Lo bisa lupain masa lalu Lo” ucap Ardi yang kemudian membuat keduanya terdiam..

Reza memainkan ballpoint nya diatas meja, ia tampak sedang berfikir yang jelas terlihat dari wajahnya…

“Gue udah nikah,” ucap reza pelan..

“Serius Lo?” tanya Ardi, ia kini mendekat kearah sahabtnya itu ..

Reza mengangguk kan kepalanya, ia tersenyum kecil..

“Gue gak tau” protes Ardi..

“Jangankan Lo, gue aja gak tau”

“Lo dijodohin?” tanya Ardi semakin penasaran..

Reza kembali mengangguk..

“Wah bener bener udah gak laku ini sih sampe dijodohin” ledek Ardi kemudian.

“Justru gue limited edition, makanya gak bisa sembarangan” jawab Reza sombong…

“Anak siapa? artis..model..CEO atau sekretaris atau jugaaaaaaaaa”

“Dia cuma gadis biasa” jawab Reza memotong ucapan Ardi .

“Gadis biasa gimana maksudnya?”

“Dia cuma ngajar sama ngurusin anak yatim piatu di panti asuhan, cuma itu yang gue tau”

“Gila Lo, Za… gak nyangka gue!!”

Ardi memandang penuh kebanggaan pada Reza, dua tahun ini tak ada satu gadis pun yang bisa menaklukan lagi hatinya, patah hatinya membuat ia enggan kembali membuka hati atau memulai suatu hubungan baru.. itulah sebabnya kedua orangtuanya menjodohkannya dengan gadis pilihannya..

“Gue juga gak nyangka, tiba-tiba nikah dan menjadi suami dadakan”

kini seulas senyum manis mengukir jelas di wajah tampannya…

🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.