16/05/2022

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 6 – Menjaganya Dunia Akhirat

“Itu kan?”..

TIIIIINN

Bunyi klakson para pengendara lain membuyarkan fokus Reza pada sosok seorang wanita,

Gak mungkin juga.. Bathinnya..

Reza kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus jalanan ibu kota yang ramai menuju jam makan siang.

“Wah, tumben Lo kesini?” sapa Ardi setelah Reza turun dari mobilnya..

“Iya, mumpung cuti” jawab Reza sambil mengambil satu botol minuman dari lemari pendingin.

“Bos bisa cuti juga ya?” Ardi tertawa geli dengan alasan sahabatnya itu.

Keduanya mengobrol santai dengan makanan ringan yang tersaji diatas meja, banyak yang mereka bicarakan sampai tak terasa waktu mulai menjelang senja.

“Gue balik,. ya!”

“Masih siang wey,” jawab Ardi mencoba mencegah Reza untuk pamit.

“Ada urusan gue”

“Katanya cuti, lagian apalagi yang Lo kerjain selain kantor, hah?” ledek Ardi dengan gelak tawanya..

“Ngurus bini lah” jawab Reza yang kemudian pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya itu.

“Bini?,, bini siapa yang dia urus? woooy Lo mau kemana?” teriak Ardi saat sadar Reza sudah berlalu masuk kedalam mobilnya..

“Dasar kunyuk!!”

*****

Mobilnya berhenti tepat di depan gerbang berwarna hijau tua, ia ragu untuk turun dan masuk ke dalam panti asuhan.

Reza yang gelisah hanya berharap Melisa segera keluar untuk menemuinya.

“Kemaren kenapa gue gak simpen nomernya sih!!” dengus Reza kesal.

Ia sama sekali tak mengingat hal itu..

Matanya tak lepas dari pintu gerbang yang tertutup rapat tak ada tanda-tanda istrinya akan datang menemuinya..

“Malu gak ya kalo masuk?” gumam Reza sambil mengetuk ketukan jarinya pada stir mobil..

“Ko gue deg-degan ya, mau dikenalin ke Uminya?” Ia berdehem berkali-kali untuk menetralkan rasa gugupnya..

Baru saja Reza menutup pintu mobil ternyata istrinya keluar dengan menggendong seorang anak laki-laki berambut jabrik..

“Mas Reza udah Dateng?” tanya Melisa semakin mendekat.

“Hemm,,iya” jawabnya dengan senyum kecil.

“Ayo masuk” ajak Melisa.

“Pulang aja ya, ” tolak Reza yang belum siap

Melisa menatap heran suaminya itu dengan mengerutkan dahinya, melihat ekspresi wajah istrinya yang tak biasa akhirnya Reza pasrah.

Ia hanya mengekor di belakang dengan sesekali menggoda anak laki-laki yang di gendong Melisa.

bocah berumur dua tahun yang baru tadi pagi ditemukan di ujung jalan dan warga akhirnya membawa anak itu ke panti asuhan.

“Assalamualaikum, Umi” Melisa mengetuk pintu kamar Umi.

“Waalaikum salam” jawabnya dari dalam.

Melisa membuka pintu kayu jati asli itu dengan pelan, tangan kanannya kini sudah menggandeng tangan suaminya..

“Mari masuk” ucap Umi sambil mempersilahkan Melisa dan Reza duduk.

“Umi, kenalin suami aku” tutur Melisa dengan raut wajah malunya..

“Wah, pantas kamu gak nolak, suamimu tampan ya, Mel” goda Umi pada anak angkatnya itu..

Reza hanya tersenyum mendapat pujian, ia melirik kearah istrinya yang sudah menunduk dengan wajah merah seperti tomat.

“Perkenalkan saya Reza, Umi” ia langsung meraih punggung tangan wanita paruh baya itu untuk di cium takzim..

“Iya, Umi sudah tau namamu Melisa sudah menceritakan nya pada Umi tadi pagi” jawab Umi lalu mengelus punggung Reza..

“Jaga Melisa, ya” pinta Umi, kini matanya seakan mengiba pada Reza .

“Pasti, Umi.. saya akan menjaganya karena dia tanggung jawab saya di dunia dan juga di akhirat nanti”

Umi yang mendengar perkataan Reza tersenyum lebar, ada rasa haru dan lega karna anak angkatnya mendapat pasangan yang menerima ia dengan apa adanya..

“Umiii” Melisa yang sudah salah tingkah meringsek mendekati Uminya..

“Umi bahagia, Mel.. semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah” doa Umi, yang langsung di aamiinkan oleh keduanya..

Setelah mengobrol dan mendapat banyak nasihat dari Umi, Reza dan Melisa berpamitan untuk pulang.

“Mau main dulu gak?” tanya Reza saat sudah di dalam mobil.

“Terserah mas Reza aja” Reza memutar stir mobilnya kearah pusat jajanan malam, disana ada banyak aneka makanan yang akan memanjakan lidah para penikmat kuliner lokal..

Melisa yang tau arah jalan tujuan tempat itu tak hentinya tersenyum, Reza yang memperhatikan akhirannya tak tahan karna teralu gemas..

CUP..

Melisa langsung menoleh kearah suaminya yang tersenyum kecil menatap jalan didepannya seakan tak merasa melakukan apapun.

“Ko cium lagi?” tanya Melisa sembari memegang pipi kanannya.

“kenapa? gak boleh?” Reza langsung memanyunkan bibirnya memasang ekspresi sedih.. “

Boleh tapi jangan tiba-tiba” ucap Melisa pelan.

“Hahaaa, iya iya lain kali aku ijin dulu, Maaf”

CUP

“kok lagi?” protes Melisa dengan mata yang sudah membulat.

“Duh ni bibir jadi gak sopan gini sih” Reza memukul pelan bibirnya sendiri membuat Melisa terkekeh melihat kelakuan suaminya itu..

****

“Mau makan apa?” Melisa masih diam dan fokus pada lembaran kertas yang memuat banyak gambar makanan itu..

“Nasi bakar aja deh”

Pilihan nya jatuh pada menu nasi yang terbungkus daun pisang itu..

Reza langsung memanggil salah satu pelayan untuk mencatat pesanannya..

“Enak ya,” ucap Reza sambil mengunyah nasi dalam mulutnya..

“Iya, Mas”

“Apalagi makannya sama kamu” goda Reza lagi,

Dan tanpa butuh waktu banyak wajah istrinya kembali menunduk dengan menggigit bibir bawahnya..

“Jangan digigit, aku belum nyobain” Melisa yang mendengar itu kaget dan langsung membuang pandangannya..

Reza yang senang menggoda sangat menikmati sikap istrinya yang selalu menahan malu saat bersamanya, mata indahnya akan selalu menghindar dari kontak matanya..

Kamu terlalu polos, Mel.. Aku yakin aku pria pertama untukmu

Sikapmu yang begitu entah kenapa membuat ku seakan tak pantas untukmu…….

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.