29/09/2022

BAB 10 – Rahasia Alam

Anna cukup tercengang mendengar ucapan Alam, namun dia tidak bisa buka suara untuk menyampaikan keberatannya. Melihat wajah sendu Firman cukup membuatnya merasakan perasaan tidak nyaman.

Anna tahu, Firman berharap banyak atas pernikahannya. Berharap pernikahannya dengan Alam akan berhasil.

Hingga kini Ardi belum menikah juga, Bella sudah bercerai dengan suaminya 1 tahun lalu tanpa memiliki anak, sementara Luna banyak memiliki teman pria namun belum terpikirkan untuk menikah.

Mereka semua adalah dokter di rumah sakit Royal Dude. Hanya Anna dan Alam lah harapan mereka satu-satunya untuk segera memilki cucu. Anna sangat tahu itu, karena Rachel sering mengungkitnya.

Dan mendengar ucapan Alam, Firman dan Rachel bisa bernafas lega, bahkan mereka mulai bisa tersenyum tipis.

Setelah pembicaraan usai Anna dan Alam pergi ke lantai 2 menuju kamar mereka. Saat menaiki anak tangga Alam buka suara.

“Apa yang aku katakan pada Papa tadi adalah hal serius, ku harap mulai sekarang kamu juga bisa belajar menerima pernikahan ini,” ucap Alam dengan suaranya yang dingin. Mereka terus berjalan beriringan menaiki anak tangga.

Anna mencebik. Dia tahu ini semua demi papa dan mama.

“Bagaimana jika akhirnya tetap tidak bisa.”

“Dicoba dulu, jangan berandai-andai sesuatu yang tidak pasti. “

Anna semakin mencebik.

Sampai di ujung tangga, terdengar suara seorang wanita memanggil nama Anna.

“An!” teriak Bella dari ruang santai yang ada di lantai 2. Disana juga ada Luna, mereka berdua duduk di sofa.

Anna pun langsung menghampiri keduanya, siap-siap mulai ngrumpi.

Meninggalkan begitu saja Alam di tempatnya berdiri. Alam menatap punggung Anna dengan perasaan yang entah.

Hati nya sungguh merasa tidak nyaman. Alam bahkan tidak tahu kenapa hatinya bisa jadi kacau seperti ini.

Entah cinta atau bukan, namun Alam selalu ingin melindungi Anna. Selama Anna menjalani pengobatannya di luar negeri Alam pun selalu mengawasi secara diam-diam.

Bahkan dia mempunyai sebuah rahasia.

Dibelakang Anna, Alam menawarkan dirinya pada dokter yang menangani Anna untuk dijadikan sebagai objek pelampiasan sugesti agar Anna bisa melawan phobia yang dia punya. Ketakutan yang ada di dalam diri Anna ketika melihat darah diubah menjadi perasaan yang lain, perasaan marah benci atau cinta dan kasih.

Anna membutuhkan objek untuk meluapkan perasaannya itu dan Alam adalah objeknya.

Bukan untuk mencintai, Anna memutuskan untuk membenci sosok Alam. Karena setelah keluarganya hancur, hidup Alam lah yang paling tenang. Menjadi Direktur Utama rumah sakit Medistra dan hidup dengan berlinang kehormatan.

Anna sangat membenci Alam, dia harus segera sembuh dan bisa mengambil semua yang dia punya. Mengambil haknya yang kini berada dibawah kuasa Alam.

Dengan teknis pengobatan Itu, Phobia Anna sudah sembuh 90 persen.

Alam membuang nafasnya berat, setelah malam kemarin mereka melalukan penyatuan, kini Alam menyesali keputusannya itu. Harusnya Alam menuntut dokter itu untuk membuat Anna mencintai dia dan bukan malah membenci.

Kini semuanya jadi terasa sulit. Alam tidak mungkin menawarkan sebuah perpisahan, disaat dia sudah menabur benih di rahim sang istri.

Tidak ingin kalut dengan pikirannya sendiri, Alam pun segera kembali melanjutkan langkah, pergi menuju kamarnya dan meninggalkan Anna bersama dengan Bella dan Luna.

“Papa bicara apa dibawah? kami mau ikut tidak boleh,” celetuk Luna dengan suaranya yang mengeluh, karena dia sungguh ingin tahu. .

“Papa memintaku untuk membujuk kamu menikah.”

“Bohong!” balas Luna dengan kesal.

Anna dan Bella langsung tertawa keras.

…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…

Baca Selengkapnya : Istri Simpanan dr. Alamsyah

Nama Author : Lunoxs via noveltoon.mobi

Leave a Reply

Your email address will not be published.