04/02/2023

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 5

“Mas Reza bangun!” ucap Melisa sembari mengguncang bahu suaminya yang masih terlelap di sofa panjang depan Tv,

Reza memilih pindah dari tempat tidur menjelang subuh tadi, ia tak ingin istrinya tahu jika semalam ia tidur dalam dekapannya..

“Eugh, nanti..” jawabnya dengan mata terpejam

“Udah siang,’

“Iyaaa”

“Cepetan aku udah siapin bajunya tuh”

Melisa hanya tak ingin kejadian kemarin terulang lagi, Melihat suaminya hanya memakai handuk di hadapannya sungguh itu membuat jantungnya tidak beres.

“Iyaaaa,, punya istri ternyata lebih berisik dari jam weker”

Melisa yang mendengar mendecak kesal, ia meninggalkan suaminya keluar dari kamar menuju dapur, disana sudah ada mama mertuanya yang sedang menyiapkan makanan diatas meja makan..

“Pagi, Mah” sapa Melisa.

“Pagi, sayang..mana Reza?” tanya mama.

“Udah dibangunin tapi susah banget,Mah”

Mama hanya tersenyum, ia sudah hafal dengan kelakuan anak sulungnya itu..

***

Melisa kembali masuk kedalam kamar karna sarapan pagi sudah siap tapi Reza tak juga kunjung datang, Ia membuka pelan pintu kamarnya dan benar saja suaminya itu masih terlelap di sofa tempat dimana terakhir ia tinggalkan..

“Ya ampun, Mas bangun!!”

Melisa terus mengguncang bahu suaminya itu sambil menyebut namanya..

“Apa sih?” tanya Reza,

“Udah siang, tuh udah terang!!”

Ia menggeser tubuhnya dari depan jendela kamar agar sinar matahari langsung tepat kearah Reza..

“Panas,Mel..tutup gordennya” titah Reza yang menutup wajahnya dengan bantal..

“Cepet mandi,” ucap Melisa lagi..

“Aku libur,” jawabnya kemudian kembali meringkuk..

“Bilang dong kalo libur, aku gak usah ribet bangunin” sungut Melisa kesal..

****

Pagi ini Reza tak ikut sarapan bersama, hanya ada Melisa, Mama ,Papa dan Ameera saja..

semuanya menikmati sarapannya sampai habis, Ameera yang bersiap berangkat ke sekolah bersama papa sudah bersiap untuk pamitan.

“Kamu gak kekantor, Za?” tanya papa saat putranya itu mendekat kearah meja makan.

“Gak, Pah.cuti”

“Cuti apa?” tanya mama bingung..

“Cuti nikah lah, karyawan ku aja abis nikah pada ngajuin cuti masa aku enggak” jawabnya sambil menyuap satu bakwan jagung kemulutnya..

Papa yang mendengar alasan anaknya itu hanya terkekeh gemas, sedang mama dan Melisa hanya menggelengkan kepalanya..

kini hanya Reza dan Melisa diruang makan, karna papa dan Ameera sudah berangkat dan mamah sibuk dengan tanamannya di kebun belakang..

“Kamu mau kemana hari ini?” tanya Reza setelah menggeser piring kosongnya.

“Ke panti asuhan seperti biasanya, Mas”

“Kapan?” tanyanya lagi..

“Nanti jam sembilan,”

Reza hanya mangut mangut tak menjawab, ia bangun dari duduknya menuju ruang TV membawa satu toples kacang dalam dekapannya dan Melisa hanya mengekor di belakangnya..

“Kita jalan-jalan,Yuk” ajak Reza setelah istrinya duduk disebelahnya.

“Kemana?”

“Maunya kemana?” Reza balik bertanya..

“Ke panti asuhan” jawab Melisa.

Reza hanya memutar bola matanya malas saat mendengar ucapan Melisa.

“Hahaha, aku harus kesana, Mas”

“Terus mau ninggalin aku sendiri, gitu?”

Wajahnya kini mendekat tepat di hadapan wajah istrinya, hidung mereka pun saling menempel satu sama lain, terasa deru nafas hangat di keduanya..

“Dooorrr” .

Tiba-tiba Reza mengagetkan Melisa yang sedang menatap matanya..

Aku takut khilaf walau halal, Mel…..

Melisa yang malu akhirnya meninggalkan Reza yang sedang tertawa, wajah merahnya tak sanggup lagi ia sembunyikan..

***

“Ayo aku anter,” ajak Reza saat melihat Melisa sudah rapih.

“Aku sama pak Agus aja nanti,Mas” ucapnya menundukan wajah.

“Kan ada aku, Suamimu,” bisik Reza yang langsung menarik pinggang Melisa agar mendekat padanya..

“Mas,,” Melisa yang kaget meronta ingin dilepaskan..

“Sstt,,diem” ucap Reza pelan, Ia menatap lekat kedua mata istrinya..

“Ada apa?” tanyanya bingung..

“Ada yang meleleh tapi bukan lilin” tutur Reza lembut..

“Apa?”

“Hatiku,” jawab Reza dengan bisikan menggoda..

########

Selama perjalanan ke panti asuhan Melisa hanya diam, suasana hatinya berubah menjadi tak menentu, degup jantung yang sering berdetak tak wajar, keringat dingin di tangan dan juga wajah yang mendadak merah..

“Kamu sakit?” tanya Reza masih di dalam mobil..

“Iya,” jawabnya singkat..

“Ya udah kita kerumah sakit,Ya”

“Gak usah, Mas, lanjut aja ke panti asuhan”

“Loh katanya sakit?, atau mau pulang?” tanya Reza yang sudah menepikan mobilnya..

“Jantungku yang sakit, Mas”

Reza mengernyitkan dahinya bingung.

“Jantung aku bisa sakit kalo deket kamu terus,” jawab Melisa sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya..

“Hahahaha, aku kira kamu serius sakit jantung” Reza tertawa mendengar alasan sakit dari istrinya itu.

“Sini, ” ia merentangkan kedua tangannya.

“Apa,?” jawab Melisa ragu-ragu.

“Udah cepetan sini” dengan tak sabar akhiranya Reza menarik tubuh gadis di depannya itu agar masuk dalam pelukannya.

“Gimana? sama gak?” tanya Reza mendekap erat Melisa.

Melisa memejamkan matanya kemudian menanggukan kepalanya, Ia sedang menikmati detak jantung suaminya yang berdetak sama kencangnya seperti yang ia rasakan..

“Biarkan semua berjalan seperti ini, sekuat apapun kamu menahan, jika Tuhan tetap meyakini kita berjodoh, kamu bisa apa?” ujar Reza mengelus kepala istrinya..

“Nikmati semua rasanya, karna untuk saat ini aku hanya bisa memberimu rasa nyaman”

DEG..

Melisa mendongakan wajahnya menatap mata suaminya, Reza tersenyum manis pada istrinya, ia tahu ada sebuah pertanyaan di benak wanita yang ada didepannya itu..

“Aku memiliki masa lalu yang belum selesai” Ucap Reza mengelus pipi mulus istrinya, Melisa hanya tersenyum getir mendengarnya ia menarik tubuhnya menjauh dari Reza..

“Jangan salah paham”

“Aku ngerti, ” jawab Melisa pelan..

____&&&&&&________&&&&&______

Sampai di panti asuhan, Melisa hanya turun sendiri Reza memiilih pulang dan akan menjemputnya sore nanti.

Sesuai janjinya tadi, Melisa akan mengenalkannya pada ibu angkatnya sekaligus pemilik panti asuhan tempat Melisa mengajar adik-adik asuhnya itu..

Mobil ia lajukan dengan kecepatan sedang menuju bengkel Ardi, teman Reza semasa kuliah dulu.. keduanya bersahabat sejak di bangku SMA sampai saat ini..

Jalan raya di tengah ibu kota yang selalu nampak ramai dengan seluruh kendaraan yang saling berkejaran tak ada yang mau mengalah, sampai pada lampu merah mobilnya terhenti dan matanya menangkap sesosok wanita yang sedang duduk di cafe pinggir jalan..

“Itu kan???”

____#____

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *