03/08/2022

BAB 7 – Anna X Maura

Anna keluar dari ruangan Alam. Baru beberapa langkah dia berjalan, terdengar ada suara seorang pria memanggilnya.

“Dokter Anna!”

Anna menoleh ke sumber suara dan melihat Anton yang menghampiri. Anton tersenyum kecil, membuat Anna pun ikut tersenyum pula.

“Dokter Anton,” sapa Anna.

“Kamu darimana?”

“Ruangan dokter Alam.”

“Apa ada sesuatu yang penting.”

“Tidak, aku hanya berterima kasih tentang semalam. Beliau sudah mengantarku pulang.” Anton mengangguk, tanda paham. Mereka berdua lantas melanjutkan langkah.

“Kamu memiliki hubungan yang dekat dengan dokter Alam?” tanya Anton disela-sela langkah mereka yang beriringan.

“Tidak dekat, hanya kenal saja. Orang tua kami saling mengenal.”

“Benarkah?”

Anna mengangguk.

“Dengar-dengar dokter Alam sudah menikah. Apa kamu tahu tentang hal itu?”

Deg! bukan menjawab, Anna malah langsung terkejut.

“Ti-tidak.”

“Kabarnya begitu, tapi sampai detik ini tidak ada yang tahu istrinya siapa. Tapi lebih baik kamu menjaga jarak dengannya, bagaimana jika tiba-tiba istrinya muncul.”

Anna terkekeh, tertawa menutupi kegugupannya.

“Tanpa diminta pun aku pasti akan menjaga jarak dengan Beliau,” jawab Anna. Jawaban yang membuat Anton menghembuskan nafasnya lega. Jujur saja, dia sedikit tertarik dengan Anna.

Wanita yang terlihat bebas dan memiliki pesona. Bukan gadis lugu yang malu-malu. Rasanya mendekati Anna akan lebih menantang.

Sampai di ruang IGD mereka berpisah. Interaksi keduanya tidak lepas dari mata Maura.

“Dasar perempuan murahan, semalam menggoda dokter Alam dan sekarang menggoda dokter Anton,” desisnya dengan tak suka.

“Memang seperti itulah wanita jika bukan berasal dari keluarga terpandang.” ucapnya lagi.

Anna masuk ke jajaran dokter rumah sakit ini hanya menggunakan 1 nama itu, tidak ada embel-embel nama keluarga di belakang namanya. Hal itu bisa diartikan 2 hal, Anna adalah anak terlarang atau Anna adalah anak dari kalangan bawah.

Tidak memiliki kekuasaan apapun di kota ini. Dan sekolah hanya mengandalkan beasiswa.

Maura berdecih dengan tersenyum miring, sejauh ini dia tidak menemukan kelebihan apapun pada diri Anna. Dia masih lah jauh lebih unggul.

Dengan langkah kakinya yang penuh percaya diri Maura menghampiri Anna yang sedang memeriksa keadaan pasien di ruang IGD itu.

Pasien itu sudah mengenal Maura, sebagai dokter bedah Orthopaedi ternama di rumah sakit ini, Maura Thomson. Salah satu kerabatnya ada yang pernah menjalani operasi dengan Maura dan kini sembuh total.

“Dokter Maura,” sapa pasien itu seraya menundukkan kepalanya hormat. Suatu kehormatan bertemu Dokter spesialis di ruang IGD ini. Karena biasanya yang berjaga hanyalah dokter umum. Jika membutuhkan tindakan operasi dengan ahlinya baru mereka bertemu dengan dokter spesialis.

Maura menyambut ramah, menunjukkan pada Anna siapa dia disini dan siapa Anna. Jelas mereka sangat jauh berbeda, Maura berada di bagian paling atas, sulit untuk Anna jangkau.

“Kaki Anda bengkak.”

“Iya Dok, saya jatuh dari tangga.”

“Mana hasil rontgen nya?”

Anna yang sedang memegang hasil rontgen itu pun langsung menyerahkannya pada Maura.

“Ini keseleo, gunakan gips selama 1 minggu setelah itu Anda bisa berjalan seperti semula. Berikan obat pereda nyeri, juga salep untuk meredakan memarnya.” titah Maura.

Anna mencebik, beberapa detik lalu dia sudah mengatakan itu. Dua perawat yang ada disana pun mengulum senyum. Tanpa disadari oleh Maura, dia mengulang ucapan yang sama dengan Anna.

Dan Anna pun mendekat pada Maura, lalu berbisik mengatakan sesuatu yang membuat Maura meradang.

“Aku sudah mengatakannya dokter Maura, persis seperti yang Anda ucapan. Sekarang Anda terlihat seperti mengikuti saya,” bisik Anna, lalu tersenyum penuh kemenangan.

Sementara Maura mengepalkan tangannya kuat.

…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…

Baca Selengkapnya : Istri Simpanan dr. Alamsyah

Nama Author : Lunoxs via noveltoon.mobi

Leave a Reply

Your email address will not be published.