09/08/2022

Penulis: nenengsusanti via Noveltoon

Bab 3

“Aku mau mandi,” ucap Reza berlalu dari hadapan Melisa kemudian masuk kedalam kamar mandi.

Lalu aku harus apa, jika dia mau mandi?

Dengan perasaan kesal akhirnya ia memilih membereskan tempat tidur yang terlihat sangat berantakan, dibukanya semua seprai dan menggantinya dengan yang baru.

“Bajuku mana?” suara Reza mengagetkan Melisa yang sedang menyusun bantal.

“Ya ampun!!” teriaknya saat Reza sudah berada di hadapannya.

“Kenapa?” tanya Reza bingung.

“Baju, kenapa gak pakai baju?” tanya Melisa dengan wajah yang ia tutup dengan kedua tangannya..

“Kan belum kamu siapin, Gak denger tadi aku tanya?” jawab Reza dengan wajah yang semakin ia dekatkan.

“Aku gak tau”

“Cepet ambil, nanti keburu melorot ni anduk nya” goda Reza sambil mengulum bibirnya menahan tawa.

“Iya, kamu diem disitu jangan bergerak nanti handukmu jatuh” jawab Melisa, ia menggeser sedikit langkahnya menjauh dari tubuh Reza yang hanya memakai handuk..

Reza memperhatikan Melisa yang sedang membuka satu persatu pintu lemari.

“Tempatku yang ujung sana” tunjuk Reza menunjuk pintu kelima

“Ah Iya, aku belum liat liat” ucap Melisa sambil mengusap tengkuknya..

Dengan cekatan Melisa langsung meraih satu buah kemeja biru dongker dengan satu stel jas hitam untuk Reza ke kantor.

“Ini,” ia memberikannya dengan wajah di palingkan ke arah lain, ia tak siap melihat dada Reza yang tak memakai apapun, belum lagi harum sabun dan shampo yang sangat menyengat di hidungnya..

“Kamu mau suamimu ini gak pake daleman?” tanya Reza dengan sedikit berbisik..

“Hah?” Melisa yang terkejut dengan ucapan Reza hanya menutup mulutnya.

Ia pun kembali ke arah lemari. Astaga, ini pertama kalinya dalam hidupku menyentuh dalaman seorang pria.

“Kenapa?” tanya Reza.

Melisa hanya menggelengkan kepalanya dengan cepat.

“Baru bungkusnya udah panik gimana pegang isinya, haha” ucapnya Sambil terkekeh kemudian meninggalkan Melisa yang masih berdiri terpaku.

****

Reza yang tampak sudah rapih dengan pakaian kantor yang dipilihkan istrinya itu kemudia bergegas menuju ruang makan, sudah ada anggota keluarga lainnya yang menunggu termasuk Melisa yang memilih lebih dulu turun kebawah.

“Lain kali harus menungguku” bisiknya saat menarik kursi disebelah istrinya..

“Pagi sayangnya kakak” sapa Reza pada Ameera adik kesayangannya itu, jarak usia 15 tahun membuat Ameera hujan kasih sayang dari Reza, semua keinginannya selalu di turuti Reza dan kedua orangtuanya.

“Lepas kakak” rengek Ameera saat Reza terus saja menciumi pipinya..

“Reza, kamu udah punya istri masih gangguin Ameera!” oceh mama yang setiap pagi selalu melihat kedua anaknya itu saling menggoda.

“Oh, jadi cium istri aku aja ni bolehnya” jawab Reza dengan tatapan hangat kearah Melisa yang membuat istri nya itu salah tingkah dengan wajah merah merona..

“Eh, apa ini?” tanya Reza mengusap pipi Melisa.

“Apa?” Melisa balik bertanya dengan wajah panik..

“Oh, ini pipi kamu, aku kira ini buah tomat merah merah manis” jawab Reza dengan mengedipkan satu matanya.

PLAKK

“Aw,, sakit mah,”

“kebiasaan,” ucap mama namun di balas gelak tawa dari semuanya..

Semuanya menikmati sarapan dengan lahap tanpa sisa, di selangi obrolan hangat antar keluarga sungguh ini momen yang tak pernah Melisa rasakan.

“Apa kamu mau ke panti asuhan, Mel?” tanya papa.

“Hemm, iya pah, jika di ijinkan” jawab Melisa ragu.

“Mintalah ijin pada suamimu,” ucap papa.

Dengan degup jantung yang berdetak dua kali lipat dari biasanya, ia memberanikan diri menoleh kearah Reza yang duduk di sisinya.

“Pergilah, aku takan melarang kegiatanmu asal kamu tau kewajibanmu” ujar Reza sebelum Melisa bicara..

Melisa menghembuskan nafasnya lega dan tersenyum semanis mungkin..

“Terimakasih” ucapnya.

Reza yang selesai dengan sarapannya langsung beranjak dari duduknya, ia bergegas berangkat menuju kantornya..

Reza yang berjalan lebih dulu dengan Melisa yang mengekor dibelakangnya.

BUGH

Reza yang berhenti mendadak membuat punggungnya tertabrak oleh istrinya sendiri.

“Aw,” Melisa sedikit meringis dengan tangan mengusap keningnya.

“Sesakit itukah?” tanya Reza.

“Hehe, enggak ko aku cuma kaget” Jawab Melisa.

“punggungku bukan baja, Mel” ucapnya dengan tangan melipat di dada.

“Iya maaf aku kurang hati-hati”

CUP

Belum selesai ia bicara, pipi kirinya kini mendapat kecupan lagi dari Reza.

“Takut yang kiri iri belum aku cium” ujar Reza santai, namun berbeda dengan Melisa yang terkejut dengan sikap Reza.

CUP

“Dan ini hadiah dariku di hari pertamamu menjadi istriku” ucapnya lagi setelah mencium kening istrinya.

Respon Melisa kini tak lagi diam, ia justru menutup bibirnya dengan kedua tangannya.

“Hahaha, fikiranmu terlalu jauh jika aku akan melakukan itu padamu” Reza terkekeh melihat Melisa yang langsung menutup wajahnya.

“Sudahlah, aku berangkat ya, nanti aku jemput di panti asuhan, Ok” pamitnya, lalu beranjak masuk kedalam mobil sedan silver miliknya.

\#\#\#\#\#\#\#\#

Setelah mengantar suaminya, ia kembali ke ruang makan, disana papa mertuanya dan Ameera pun akan segera melanjutkan aktifitas nya masing-masing..

selesai berpamitan Melisa kembali masuk ke dalam kamarnya ia ingin merapihkan pakaiannya untuk pergi ke panti asuhan nanti.

“Gak ada handphone” ucapnya sedih duduk di sofa panjang kamarnya.

Tok tok tok

Pintu kamarnya kembali terketuk dari arah luar.

“Iya,” sahut Melisa sambil beranjak menuju pintu.

“Mama?”

“Mama mau belanja bunga, kalau mau ke panti asuhan minta pak agus mengantarmu ya?” ucap mama, Lalu memeluk menantunya itu.

“Iya, mah terimakasih” Setelah mamanya pergi, Melisa segera meraih tas kecil dari dalam lemari untuk ia bawa, tak ada apapun didalamnya, bahkan dompet pun ia tak membawanya dari rumah.

Dengan sedikit berlari ia menuruni tangga menuju arah dapur, mencari sosok nama pak Agus yang di perintahkan mertuanya.

“Maaf, pak Agus bukan?” tanya Melisa pada sosok pria yang sedang menyeruput kopi.

“Bukan, Non. saya kipli tukang kebun” jawabnya tergagap dengan sisa kopi di sudut bibirnya.

“Ah, Maaf”

“Pak Agus pasti di garasi, Non bersihin mobil” ucapnya lagi

“Baiklah, terimakasih pak”

Melisa pun kembali masuk kedalam rumah menuju garasi lewat pintu samping, terlihat sosok pria yang belum terlalu tua sedang mengelap kaca mobil.

“Pak Agus ya,?” tanya Melisa.

“Iya, Non” jawabnya cepat dan sopan

“Kata mama anter aku ke panti asuhan ya”

“Baik, Non”

Melisa sudah dibukakan pintu oleh pak Agus, seorang supir keluarga barunya itu. kini Melisa duduk manis di kursi belakang, sungguh ia bagai Cinderella di jaman modern.

Dalam hatinya ia bersyukur tiada henti, hidupnya selama dua puluh tahun yang berteman sepi tanpa sentuhan hangat keluarga kini Tuhan ganti dengan keluarga baru dan suami yang bisa menerimanya dengan tangan terbuka dan apa adanya..

🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙🐙

Baca Serial Lengkapnya : Suami Dadakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.