01/12/2022

BAB 4 – Si Anak Baru

Jam kerja dokter jaga dibagi menjadi 3 shift. Shift pagi dari jam 7 pagi sampai 2 siang, Shift siang dari jam 2 siang sampai jam 9 malam, dan shift malam dari jam 9 malam sampai jam 7 pagi.

Anna mengambil jam siang, karena dia sadar akan sulit untuk bangun lebih awal. Jujur saja, dia masih menyesuaikan diri dengan waktu di negara ini. Lama tinggal di luar negeri membuatnya memiliki pola hidup yang berbeda.

Hingga jam 1 siang, Anna masih merasa pusing. Alkohol benar-benar membuatnya merasa kapok, Anna bahkan sampai bersumpah dia tidak akan meminum minuman itu lagi.

Sedikit sempoyongan Anna memasuki ruang IGD, memeriksa keadaan disana dan mulai absen ganti shift. Dia datang tepat waktu, namun karena ini adalah hari pertamanya bekerja tentu saja tetap menjadi bahan omongan.

Harusnya Anna datang lebih awal.

Maura yang juga ada disana pun datang mendekat pada Anna yang sedang mengisi buku absennya. Memperhatikan si anak baru dengan tatapan remeh.

“Kamu sangat berpendidikan, tapi tidak tahu etika.” ucap Maura, dia adalah dokter senior yang sangat disegani. Dokter bedah spesialis Orthopaedi. Kedatangannya membuat para perawat yang ada disana langsung menunduk hormat. Namun tidak dengan Anna.

Secara susunan struktur organisasi Anna memang lebih rendah dibandingkan Maura. Namun secara aturan yang berlaku mereka tetaplah sama-sama karyawan di rumah sakit ini. Anna tidak mau tunduk, apalagi terima begitu saja saat dia dihina seperti ini.

“Apa maksud Anda Dokter Maura?” tanya Anna menuntut penjelasan, dia tidak segan membalas tatap.

Tissa yang baru datang dan melihat adegan itu pun langsung melotot, buru-buru mendekati Anna dan menunduk hormat pada Maura.

“Dokter Anna, Anda dipanggil dokter Anton,” bohong Tissa, ingin memutus tatapan tajam keduanya.

“Tunggu dulu, dokter Maura masih ingin bicara, tidak sopan tiba-tiba meninggalkan dia pergi,” balas Anna.

Sebuah jawaban yang membuat Maura tersenyum miring.

“Lihatlah dirimu dokter Anna, sangat kacau di hari pertama kerja,” sindir Maura.

“Kacau bagaimana? Aku baik-baik saja.”

“Datang terlambat apa itu baik-baik saja?”

“Aku tidak datang terlambat, bahkan aku terlalu cepat 2 menit.”

“Cih, jadi seperti itu ajaran yang kamu dapatkan di luar negeri? mabuk dan bekerja sesuka hatimu?”

“Pekerjaan ku baik-baik saja, kenapa Anda menyerang sisiku yang lain, dimanapun aku mengenyam pendidikan itu bukan urusan Anda.”

“Anna,” desis Tissa, sungguh dia ingin melerai perdebatan ini. Maura bukan orang sembarangan, selain dokter senior, keluarganya juga memiliki saham di rumah sakit ini. Cukup berpengaruh hingga banyak yang mensegani dia. Sementara Anna hanya dokter baru, sungguh kekuatannya akan kalah. Tissa dan Anna saling mengenal sejak mereka sama-sama menjalani pendidikan di LN, namun mereka berbeda jurusan. Tissa pun kembali lebih dulu ke negara ini.

“Baiklah, kita lihat kerja mu hari ini,” balas Maura, setelahnya dia pergi meninggalkan ruang IGD dan kembali berkeliling. Pergi dengan raut wajah angkuh dan menatap rendah pada Anna.

Sungguh Anna sangat geram melihatnya. Ingin sekali dia menjambak rambut wanita itu.

“Anna, dia itu dokter Maura, kamu tidak akan bisa melawan dia.”

“Kenapa tidak bisa?”

“Dia punya kedudukan di rumah sakit ini, sementara kita tidak.”

“Melawan dia tidak perlu kedudukan dan punya banyak uang, tapi cukup punya mulut yang lebih besar!”

Tissa membuang nafasnya pasrah, sementara para perawat mulai berbisik untuk mendukung tindakan Anna. Karena akhirnya untuk pertama kali, mereka melihat seseorang yang berani melawan Maura.

…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…

Baca Episode Berikutnya : BAB 5 – Rahasia Anna

Nama Author:Lunoxs via noveltoon.mobi

1 thought on “Novel: Istri Simpanan dr. Alamsyah (Eps.4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *