05/12/2022

BAB 1 – Malam Penyambutan

Anna menyaksikan dengan tatapan sinis suaminya di depan sana. Duduk berdampingan dengan seorang wanita yang entah siapa. Terlihat begitu dekat dan sangat intim.

Malam ini adalah malam penyambutannya sebagai dokter bedah umum di rumah sakit Medistra. Sebuah pesta kecil diadakan untuk dia di salah satu cafe di dekat rumah sakit.

Memiliki pendidikan yang tinggi dan direkomendasi langsung oleh guru besar universitas ternama membuat para rekan kerja barunya menyambut dengan hangat.

Mereka semua merasa jika memiliki hubungan yang baik dengan Anna akan memberikan dampak yang baik.

Alam yang menjabat sebagai Direktur Utama rumah sakit pun menyempatkan diri untuk datang, memberi sambutan hangat pada dokter bedah umum baru di rumah sakitnya, Anna.

Tidak ada satupun orang yang tahu jika Anna dan Alam adalah sepasang suami istri. Bahkan mereka sudah menikah 10 tahun lamanya.

Pernikahan Anna Walker dan Alamsyah Dude adalah pernikahan dua keluarga besar, sesama pendiri rumah sakit ternama di kota A, Rumah sakit Medistra dan rumah sakit Royal Dude. Saat Anna berusia 20 tahun, keluarganya mengalami kecelakaan mobil dasyat hingga menewaskan seluruh keluarganya, kedua orang tua dan dua adiknya sekaligus. Anna menyaksikan sendiri kematian seluruh keluarganya yang bersimbah darah.

Dihembusan nafasnya yang terakhir, Ayah Anna mengatakan padanya untuk ikut dengan keluarga Dude.

Dan setelah 40 hari meninggalnya seluruh keluarga besar Walker, Anna menikah dengan Alam. Pria yang usianya 8 tahun lebih tua dari dia. Dengan pernikahan itu, membuat Alam memilki hak untuk mengurus rumah sakit Medistra.

Sementara Anna melanjutkan pendidikan hingga dia mampu menggantikan Alam.

10 tahun mereka menikah dan tidak pernah sekalipun bertemu, karena Anna menjalani pendidikannya di LN.

Dan setelah 10 tahun mengenyam pendidikan akhirnya Anna kembali, identitasnya harus disembunyikan sebagai keturunan terakhir Walker dan istri dari Alam. Semua itu dilakukan agar dia bisa benar-benar menjadi pemimpin rumah sakit yang sesungguhnya. Mengerti tentang manajemen dan orang-orang yang bekerja di dalamnya secara langsung.

Dan Malam ini adalah pertemuan pertama kalinya Anna dan Alam.

Tapi Alam tidak datang sendiri, dia sampai di cafe ini bersama dengan Maura.

Kedatangan Alam dan Maura pun sontak menjadi pusat perhatian. Yang harusnya pesta untuk menyambut Anna, malah jadi pesta untuk Alam dan Maura.

Anna mengeram kesal, hingga tanpa sadar dia meneguk segelas minuman keras yang tersaji diatas meja.

“Iissh, minuman ini pahit sekali,” keluh Anna.

Tissa yang merupakan sahabat Anna dan merupakan salah satu perawat di rumah sakit Medistra pun langsung mendelik. Tidak menyangka jika Anna akan meminum minuman keras itu dalam sekali tegukan.

“Ya ampun Anna! kenapa minuman itu kamu minum,” desis Tissa, protes dengan suaranya yang begitu pelan.

“Minuman apa itu? pahit sekali.”

“Itu Alkohol milik dokter Anton, kenapa kamu minum.”

“Huwek! mana aku tau.”

Anna ingin memuntahkan minuman itu, namun tidak bisa karena sudah masuk sempurna ke dalam perut.

Malam semakin larut dan pandangan mata Anna semakin memudar, seumur hidupnya dia tidak pernah meneguk alkohol. Dan satu gelas alkohol tadi sudah berhasil membuatnya mabuk.

Bukan hanya Anna yang hilang kesadaran, beberapa dokter pria pun mengalaminya.

“Dokter Anna sepertinya mabuk, biar saya yang mengantarnya pulang,” ucap Anton, merasa bertanggung jawab karena Anna meneguk minumannya.

“Tidak perlu Dokter Anton, biar saya saja, lagipula dokter Anton kan tidak tahu dimana rumah Anna.” jelas Tissa.

“Kalau begitu ayo kita pulang bertiga, aku juga akan mengantar mu,” balas Anton lagi.

Kini mereka semua sudah berada di luar cafe, siap masuk ke mobil mereka masingmasing, sementara Tissa masih menunggu taksi dengan tubuhnya yang memapah Anna.

“Aku bisa pulang sendiriii,” rancau Anna yang sudah tidak sadar, sesekali dia bahkan tertawa entah menertawakan apa.

“Biar aku bantu membawa dokter Anna,” tawar Anton.

Dia hendak menyentuh Anna namun urung saat tangannya tiba-tiba dicekal oleh Alam.

“Biar aku yang antar dokter Anna pulang, aku mengenal keluarganya,” pungkas Alam dan tidak ada yang berani melawan.

Bukan hanya Maura, bahkan semua orang melihat heran atas apa yang dilakukan oleh direktur utama mereka.

Alam yang dikenal dingin dan begitu acuh dengan segala hal, kini begitu peduli pada dokter bedah umum itu.

Cih, batin Maura. Dia terus menyaksikan mobil Alam yang mulai menjauh.

…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…

Baca Episode Berikutnya : Bab 2 – Menginginkan Sentuhan Ini

Selamat datang di cerita terbaru ku, ikuti terus kisah Anna dan Alam ya

Salam cinta, author Lunoxs

Nama Author:Lunoxs via noveltoon.mobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *